Pamekasan, RiarNews.my.id, Kabupaten yang terletak di ujung Timur Pulau Madura, selama ini dikenal sebagai daerah yang menyimpan berbagai potensi besar – mulai dari kekayaan alam bahari, keunikan budaya tradisional, hingga sumber daya manusia yang memiliki kreativitas tinggi. Namun, realitas yang terjadi hingga saat ini menunjukkan bahwa kabupaten yang di pimpin pasangan "KHARISMA" yang akan memasuki tahun kedua dalam kepemimpinannya ini seolah-olah masih terjebak dalam "Tidur Nyenyak", dengan berbagai potensi yang belum mampu diwujudkan menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rumah Informasi dan Aspirasi Rakyat (RIAR JATIM) menyampaikan pandangan bahwa Pamekasan saat ini "belum beranjak dari tidurnya dan masih dalam mimpi menggendong kota".
"Kita sering mendengar harapan masyarakat Pamekasan untuk melihat daerah mereka berkembang menjadi kota yang maju, dengan ekonomi yang kuat dan kesejahteraan yang merata serta pengurangan angka pengangguran. Namun sayangnya, hingga kini hal itu masih sebatas mimpi belaka," ujar Ketua LSM RIAR JATIM dalam Keterangannya.
Menurutnya, beberapa faktor menjadi penyebab mengapa Pamekasan sulit untuk "bangun dari tidurnya".
Pertama, infrastruktur dasar yang belum merata menjadi penghalang utama. Banyak wilayah di pedalaman maupun pesisir masih menghadapi permasalahan jalan yang rusak, akses air bersih yang terbatas masih ada sebagian Kecamatan yang mengalaminya. Hal ini tidak hanya menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga membuat pihak luar enggan untuk berinvestasi di daerah ini.
Kedua, pengelolaan potensi lokal yang belum optimal. Sektor pariwisata yang seharusnya menjadi andalan, dengan objek wisata seperti Pantai Jumiang, Pantai Talang Siring, Api Tak Kunjung Padam di Kecamatan Tlanakan dan kerajinan Batik khas Pamekasan, masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan yang cukup dalam hal promosi dan pengembangan fasilitas pendukung. Begitu pula dengan sektor perikanan, yang merupakan mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat pesisir, namun belum mampu berkembang menjadi industri yang lebih modern dan bernilai tambah tinggi.
Ketiga, kurangnya sinergi antara berbagai pihak – pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha. Banyak program pembangunan yang dirancang tidak dapat berjalan dengan baik karena kurangnya partisipasi dan koordinasi antar komponen masyarakat. Akibatnya, banyak upaya yang dilakukan hanya bersifat parsial dan tidak memberikan dampak yang berkelanjutan.
"Mimpi untuk menggendong kota bukanlah hal yang mustahil untuk diraih," tambah Ketua Umum DPP LSM RIAR JATIM.
"Pamekasan memiliki modal dasar yang sangat baik. Yang dibutuhkan adalah langkah nyata dan terencana untuk mengatasi berbagai kendala yang ada, mulai dari penyempurnaan kebijakan pembangunan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pembenahan sistem kerja yang lebih transparan dan kolaboratif."
LSM RIAR JATIM juga menyarankan agar pemerintah daerah fokus pada pengembangan sektor-sektor unggulan terlebih dahulu, dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian utama dalam proses pembangunan. Hal ini diharapkan dapat membangkitkan semangat kebersamaan dan membuat mimpi menggendong kota menjadi kenyataan yang dapat diraih bersama.
Hingga saat ini, harapan terhadap kemajuan Pamekasan masih tetap hidup di hati masyarakat. Semoga dengan berbagai upaya yang akan dilakukan, kabupaten ini segera dapat "beranjak dari tidurnya" dan mengubah mimpi menjadi kenyataan dan membawa dampak positif serta kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat Pamekasan.(rjatim) "LSM RIAR JATIM" Pamekasan Belum Beranjak dari Tidurnya – Masih dalam Mimpi Menggendong Kota
Pamekasan, RiarNews.my.id, Kabupaten yang terletak di ujung Timur Pulau Madura, selama ini dikenal sebagai daerah yang menyimpan berbagai potensi besar – mulai dari kekayaan alam bahari, keunikan budaya tradisional, hingga sumber daya manusia yang memiliki kreativitas tinggi. Namun, realitas yang terjadi hingga saat ini menunjukkan bahwa kabuKomentar "LSM RIAR JATIM" Pamekasan Belum Beranjak dari Tidurnya – Masih dalam Mimpi Menggendong Kota
Pamekasan, RiarNews.my.id, Kabupaten yang terletak di ujung Timur Pulau Madura, selama ini dikenal sebagai daerah yang menyimpan berbagai potensi besar – mulai dari kekayaan alam bahari, keunikan budaya tradisional, hingga sumber daya manusia yang memiliki kreativitas tinggi. Namun, realitas yang terjadi hingga saat ini menunjukkan bahwa kabupaten yang di pimpin pasangan "KHARISMA" yang akan memasuki tahun kedua dalam kepemimpinannya ini seolah-olah masih terjebak dalam "Tidur Nyenyak", dengan berbagai potensi yang belum mampu diwujudkan menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rumah Informasi dan Aspirasi Rakyat (RIAR JATIM) menyampaikan pandangan bahwa Pamekasan saat ini "belum beranjak dari tidurnya dan masih dalam mimpi menggendong kota".
"Kita sering mendengar harapan masyarakat Pamekasan untuk melihat daerah mereka berkembang menjadi kota yang maju, dengan ekonomi yang kuat dan kesejahteraan yang merata serta pengurangan angka pengangguran. Namun sayangnya, hingga kini hal itu masih sebatas mimpi belaka," ujar Ketua LSM RIAR JATIM dalam Keterangannya.
Menurutnya, beberapa faktor menjadi penyebab mengapa Pamekasan sulit untuk "bangun dari tidurnya".
Pertama, infrastruktur dasar yang belum merata menjadi penghalang utama. Banyak wilayah di pedalaman maupun pesisir masih menghadapi permasalahan jalan yang rusak, akses air bersih yang terbatas masih ada sebagian Kecamatan yang mengalaminya. Hal ini tidak hanya menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga membuat pihak luar enggan untuk berinvestasi di daerah ini.
Kedua, pengelolaan potensi lokal yang belum optimal. Sektor pariwisata yang seharusnya menjadi andalan, dengan objek wisata seperti Pantai Jumiang, Pantai Talang Siring, Api Tak Kunjung Padam di Kecamatan Tlanakan dan kerajinan Batik khas Pamekasan, masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan yang cukup dalam hal promosi dan pengembangan fasilitas pendukung. Begitu pula dengan sektor perikanan, yang merupakan mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat pesisir, namun belum mampu berkembang menjadi industri yang lebih modern dan bernilai tambah tinggi.
Ketiga, kurangnya sinergi antara berbagai pihak – pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha. Banyak program pembangunan yang dirancang tidak dapat berjalan dengan baik karena kurangnya partisipasi dan koordinasi antar komponen masyarakat. Akibatnya, banyak upaya yang dilakukan hanya bersifat parsial dan tidak memberikan dampak yang berkelanjutan.
"Mimpi untuk menggendong kota bukanlah hal yang mustahil untuk diraih," tambah Ketua Umum DPP LSM RIAR JATIM.
"Pamekasan memiliki modal dasar yang sangat baik. Yang dibutuhkan adalah langkah nyata dan terencana untuk mengatasi berbagai kendala yang ada, mulai dari penyempurnaan kebijakan pembangunan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pembenahan sistem kerja yang lebih transparan dan kolaboratif."
LSM RIAR JATIM juga menyarankan agar pemerintah daerah fokus pada pengembangan sektor-sektor unggulan terlebih dahulu, dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian utama dalam proses pembangunan. Hal ini diharapkan dapat membangkitkan semangat kebersamaan dan membuat mimpi menggendong kota menjadi kenyataan yang dapat diraih bersama.
Hingga saat ini, harapan terhadap kemajuan Pamekasan masih tetap hidup di hati masyarakat. Semoga dengan berbagai upaya yang akan dilakukan, kabupaten ini segera dapat "beranjak dari tidurnya" dan mengubah mimpi menjadi kenyataan dan membawa dampak positif serta kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat Pamekasan.(rjatim) "LSM RIAR JATIM" Pamekasan Belum Beranjak dari Tidurnya – Masih dalam Mimpi Menggendong Kota
Pamekasan, RiarNews.my.id, Kabupaten yang terletak di ujung Timur Pulau Madura, selama ini dikenal sebagai daerah yang menyimpan berbagai potensi besar – mulai dari kekayaan alam bahari, keunikan budaya tradisional, hingga sumber daya manusia yang memiliki kreativitas tinggi. Namun, realitas yang terjadi hingga saat ini menunjukkan bahwa kabupaten yang di pimpin pasangan "KHARISMA" yang akan memasuki tahun kedua dalam kepemimpinannya ini seolah-olah masih terjebak dalam "Tidur Nyenyak", dengan berbagai potensi yang belum mampu diwujudkan menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rumah Informasi dan Aspirasi Rakyat (RIAR JATIM) menyampaikan pandangan bahwa Pamekasan saat ini "belum beranjak dari tidurnya dan masih dalam mimpi menggendong kota".
"Kita sering mendengar harapan masyarakat Pamekasan untuk melihat daerah mereka berkembang menjadi kota yang maju, dengan ekonomi yang kuat dan kesejahteraan yang merata serta pengurangan angka pengangguran. Namun sayangnya, hingga kini hal itu masih sebatas mimpi belaka," ujar Ketua LSM RIAR JATIM dalam Keterangannya.
Menurutnya, beberapa faktor menjadi penyebab mengapa Pamekasan sulit untuk "bangun dari tidurnya".
Pertama, infrastruktur dasar yang belum merata menjadi penghalang utama. Banyak wilayah di pedalaman maupun pesisir masih menghadapi permasalahan jalan yang rusak, akses air bersih yang terbatas masih ada sebagian Kecamatan yang mengalaminya. Hal ini tidak hanya menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga membuat pihak luar enggan untuk berinvestasi di daerah ini.
Kedua, pengelolaan potensi lokal yang belum optimal. Sektor pariwisata yang seharusnya menjadi andalan, dengan objek wisata seperti Pantai Jumiang, Pantai Talang Siring, Api Tak Kunjung Padam di Kecamatan Tlanakan dan kerajinan Batik khas Pamekasan, masih belum mendapatkan perhatian dan dukungan yang cukup dalam hal promosi dan pengembangan fasilitas pendukung. Begitu pula dengan sektor perikanan, yang merupakan mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat pesisir, namun belum mampu berkembang menjadi industri yang lebih modern dan bernilai tambah tinggi.
Ketiga, kurangnya sinergi antara berbagai pihak – pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha. Banyak program pembangunan yang dirancang tidak dapat berjalan dengan baik karena kurangnya partisipasi dan koordinasi antar komponen masyarakat. Akibatnya, banyak upaya yang dilakukan hanya bersifat parsial dan tidak memberikan dampak yang berkelanjutan.
"Mimpi untuk menggendong kota bukanlah hal yang mustahil untuk diraih," tambah Ketua Umum DPP LSM RIAR JATIM.
"Pamekasan memiliki modal dasar yang sangat baik. Yang dibutuhkan adalah langkah nyata dan terencana untuk mengatasi berbagai kendala yang ada, mulai dari penyempurnaan kebijakan pembangunan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pembenahan sistem kerja yang lebih transparan dan kolaboratif."
LSM RIAR JATIM juga menyarankan agar pemerintah daerah fokus pada pengembangan sektor-sektor unggulan terlebih dahulu, dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian utama dalam proses pembangunan. Hal ini diharapkan dapat membangkitkan semangat kebersamaan dan membuat mimpi menggendong kota menjadi kenyataan yang dapat diraih bersama.
Hingga saat ini, harapan terhadap kemajuan Pamekasan masih tetap hidup di hati masyarakat. Semoga dengan berbagai upaya yang akan dilakukan, kabupaten ini segera dapat "beranjak dari tidurnya" dan mengubah mimpi menjadi kenyataan dan membawa dampak positif serta kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat Pamekasan.(rjatim)


Social Header